Iklan, Slogan, dan Poster: Pengertian, Unsur, Fungsi, Struktur, Kaidah, dan Langkahnya

 

Sumber: promkes.kemkes.go.id

Iklan, Slogan, dan Poster: Pengertian, Unsur, Fungsi, Struktur, Kaidah, dan Langkahnya

Pengertian Iklan

Iklan dapat diartikan sebagai teks yang mendorong, membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Iklan juga dapat diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak mengenai suatu barang dan jasa. Pada umumnya iklan disampaikan melalui media massa, seperti televisi, radio, surat kabar, dan internet. Unsur yang ditampilkan adalah gambar, gerak, kata-kata atau suara.

 

Pengertian Slogan

Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang dipakai sebagai dasar tuntuntan (pegangan hidup); prinsip utama dari suatu usaha, organisasi, dan sebagainya. Slogan sering pula disebut moto atau semboyan. Slogan lebih mengutamakan kepadatan makna dan kehematan kata-kata.

Contoh slogan:

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. (Slogan tentang perlunya persatuan dan kesatuan.)

Tiada hari tanpa prestasi. (Slogan tentang pentingnya mengukir prestasi setiap hari.)

 

Pengertian Poster

Poster adalah plakat (kata-kata dan gambar) yang dipajang di tempat umum. Poster hampir sama dengan iklan, yakni pemberitahuan suatu ide, hal baru, atau hal penting kepada khalayak. Poster mengandalkan perpaduan gambar dan kata-kata.

 

Unsur-Unsur Iklan, Slogan, dan Poster

     1.      Iklan merupakan teks persuatif yang memadukan unsur gambar dengan kata-kata, unsur gerak, dan suara.

      2.      Slogan merupakan teks persuatif yang mengutamakan unsur kata-kata.

     3.      Poster merupakan teks persuatif yang mengutamakan kekuatan gambar dan kata-kata; dipajang di tempat-tempat umum.

 

Unsur-Unsur Pembentuk Iklan

     1.      Sumber adalah pemasang iklan, yang berinisatif, dan penyandang dana dari pemasangan suatu iklan.

     2.      Pesan adalah informasi yang disampaikan. Wujudnya bisa berupa pesan verbal dan pesan nonverbal.

     3.      Media adalah sarana yang digunakan, misalnya media cetak, elektronik, dan sarana-sarana lainnya.

     4.      Penerima adalah individu atau kelompok masyarakat yang menjadi sasaran atau objek iklan.

   5.      Efek adalah perubahan yang terjadi pada diri penerima, baik itu dalam aspek sikap, pola pikir, perilaku, kebiasaan, dan pola hidup.

    6.      Umpan balik adalah tanggapan, reaksi, atau respons yang dikehendaki dari penerima pesan, misalnya dengan membeli produk yang ditawarkan dan menolak pemakaian narkoba.

 

Fungsi Iklan

Fungsi iklan yakni sebagai kebutuhan untuk mengomunikasikan pesan, baik yang bersifat komersial, sosial, maupun pribadi. Berikut tujuan atau fungsi iklan lainnya.

     1.      Fungsi informasional, iklan memberitahukan kepada konsumen tentang karakteristik suatu produk juga berbagai manfaat yang mereka peroleh.

      2.      Fungsi transformasional, iklan berusaha untuk mengubah sikap-sikap yang dimiliki oleh konsumen terhadap merek, pola-pola belanja, gaya hidup, teknik-teknik mencapai sukses.

 

Karakteristik Iklan

Bentuk-bentuk iklan tersebut tentu saja memiliki karakteristik masing-masing dalam pola penyajiannya.

      1.      Iklan Media Cetak

a.       Iklan baris adalah iklan yang pemasanganya berupa baris-baris. Teks yang disajikannya sangat terbatas. Tidak ada gambar ataupun ilustrasi-ilustrasi dalam iklan ini. Teks pun banyak yang mengalami penyingkatan. Iklan baris pada umumnya dimanfaatkan oleh perorangan dan perusahaan-perusahaan kecil.

Contoh:

JUAL RMH SEMI VILLA LS 174 BT 4 BH KOLAM, AIR BAGUS, CCK UTK PERISTIRAHATAN HUB. 3283799 (TP)

b.      Iklan kolom adalah iklan yang pemasangannya dalam media berupa kolom-kolom. Oleh karena itu, bentuknya besar. Di samping menggunakan teks, iklan ini sering pula menyertakan gambar dan berbagai ilustrasi menarik lainnya.

      2.      Iklan Elektronik

Iklan elektronik merupakan iklan berbasis perangkat elektronik, yang mencakup beberapa unsur sebagai berikut.

a.       Iklan radio, iklan ini mengandalkan efek suara, baik itu berupa tuturan, musik, maupun bunyi-bunyi.

b.      Iklan televisi, iklan ini mengandung unsur suara, gambar, dan gerak.

c.       Iklan film, iklan film yang tersaji dalam judul film (produk sinema). Iklan film biasanya muncul sebelum film utama diputar.

 

Menurut isinya, iklan diklasifkasikan dalam tiga jenis, yakni sebagai berikut.

      1.      Iklan pemberitahuan

Iklan ini lebih terfokus pada kepentingan untuk memberitahu khalayak mengenai suatu hal, baik itu yang berupa peristiwa, keadaan, atau hal lainnya. Iklan jenis ini umumnya dipasang oleh perorangan atau suatu keluarga. Namun, ada pula yang dipasang oleh perusahaan-perusahaan, misalnya yang berupa pemberitahuan pembubaran perusahaan, rapat pemegang saham.

      2.      Iklan layanan masyarakat

Iklan ini bertujuan memberikan penerangan atau penjelasan kepada masyarakat. Contohnya, iklan keluarga berencana dan iklan bahaya narkotika. Pengguna iklan ini umumnya Pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

      3.      Iklan penawaran

Iklan ini bertujuan untuk menawarkan produk atau jasa. Iklan penawaran jasa, disebut juga dengan iklan niaga dan iklan lowongan kerja.

 

Struktur Teks Iklan

      1.      Pengenalan produk.

Bagian ini dapat pula disebut sebagai judul teks.

      2.      Pernyataan persuatif

berisi pernyataan yang mendorong pembaca atau pendengar berbuat sesuatu. Bagian ini biasanya berupa pernyataan tentang kelebihan produk yang ditawarkan.

c. 

Kaidah Kebahasaan Teks Iklan

      1.      Persuasif

Teks iklan bertujuan menawarkan produk, baik berupa barang maupun jasa. Oleh karena itu, kata-kata yang muncul umumnya bersifat persuasif, bujukan, atau dorongan tentang suatu kebiasaan ataupun gaya hidup.

      2.      Imperatif

Pernyataan-pernyataan dalam teks iklan umumnya bersifat imperatif, yakni permintaan, ajakan, dorongan, atau larangan. Adapun kalimat imperatif itu sendiri ditandai oleh kata-kata seperti temukan. Kata lainnya adalah ikutilah, hadirilah, wujudkan, nyatakan, nikmati, sebaiknya, marilah, ayo, dan janganlah.

      3.      Berima dan puitis

Bahasa iklan sering kali menggunakan bahasa sederhana, mudah diingat, dan mudah pula dipahami. Pilihan kata yang berima dan memiliki banyak persamaan bunyi juga merupakan pilihan penting di dalam bahasa iklan.

      4.      Berkesan positif

      5.      Ringkas

Iklan baris dituntut untuk lebih efsien di dalam penggunaan kata-kata dan huruf-hurufnya. Iklan baris mengutamakan keefesienan kata. Di dalam iklan baris sering dijumpai penyingkatan kata.

 

Langkah-Langkah Penulisan Iklan

   1.      Mulailah iklan dengan pernyataan yang menarik perhatian khalayak, yakni berfokus pada kepentingan atau masalah yang mereka hadapi.

      2.      Menawarkan solusi.

      3.      Menunjukkan bukti.

      4.      Mengajukan harga.

 

Sumber:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Iklan, Slogan, dan Poster: Pengertian, Unsur, Fungsi, Struktur, Kaidah, dan Langkahnya"

Posting Komentar